Saat kapankah anda paling sering cari maem malam hari..??

Selasa, 08 Juni 2010

Selasa, 01 Juni 2010

Rawon


Rawon, pasti sudah banyak yang mengenal rawon, masakan asli surabaya ini. Kalau melihat bentuk rawon dari dulu sampai sekarang tak ada perubahan yang berarti.

Dengan cita rasa khas dan warna hitam khas -dari kluwek-, rawon menggunakan bumbu dan rempah-rempah khas. Rawon biasanya disajikan dengan nasi dengan tambahan taoge (kecambah) , kerupuk, telur asin, serta daging sapi yang disajikan dengan berbagai olahan variasi.

Namun dari semua penyajian di atas, rata-rata variasi rawon hanya itu-itu saja. Yang membedakan antara rawon satu dengan yang lain mungkin ‘sensasi’ yang diciptakan oleh penjualnya.

Gado-Gado


kuliner satu ini tidak kalah enak dan mantap untuk disajikan, yang memiliki khas masakan sendiri yang terbuat dari berbagai macam antara lain: bumbu kacang, lontong yang terbuat dari beras dibungkus dengan godong atau plastik, sayuran timun,selada,tomat,kentang dikasih tahu goreng dan bawang goreng apalagi kalau dikasih cabai pedas yang membuat kita berselera lagi.

RUJAK CINGUR SURABAYA


Rujak cingur merupakan makanan khas Surabaya yang sudah populer di kalangan masyarakat Indonesia. Makanan yang terbuat dari kedondong, bengkoang, nanas, mangga muda, dan sayuran seperti : kecambah, kacang panjang, timun, kangkung, dan kentang. Dan bahan yang utama dari rujak cingur adalah cingur sapi beserta dengan bumbu kacang. Rujak cingur akan terasa lebih sedap bila dimakan dengan kerupuk. Bagi orang yang pertama kali memakan rujak cingur pasti merasa aneh karena mungkin merasa jijik karena terdapat cingur sapi di dalamnya

Rabu, 26 Mei 2010

Bubur Madura




Pada bagian depan Pasar Atom yang menghadap Jalan Waspada, Anda dapat menemukan ibu-ibu penjual Bubur Madura. Mereka berjualan saling berdekatan dengan duduk di bangku pendek dengan barang dagangan dalam nampan beralaskan daun pisang atau diletakkan diatas meja-meja pendek. Bagi pembeli yang ingin menikmati bubur ini, tersedia 2 sampai 3 kursi plastik tanpa sandaran.

Saat pembeli memesan bubur ini, penjual akan mulai meracik campurannya. Campurannya antara lain bubur nasi putih, bubur sumsum (terbuat dari tepung beras dan santan), ketan hitam, santan kental, biji salak (terbuat dari ubi) dengan kuahnya yang kental. Rasanya asin dari bubur sumsum dan santan bercampur dengan rasa manis dari air gula merah menambah kenikmatan bubur ini. Selain itu, ada rasa kasar dari butiran bubur nasi putih dan ketan hitam saat memakannya.

Bubur Madura disajikan diatas daun pisang. Untuk mengambil makanan dibeikan daun pisang yang dilipat 2 sebagat sendoknya. Harga satu porsi bubur ini sekitar Rp 4.000,-. Cukup terjangkau untuk mengganjal perut agar tidak merasa lapar.


Selasa, 18 Mei 2010

TAHU TEK, LONTONG BALAP Makanan Khas Surabaya




Sudah menjadi kota metropolitan dengan perkembangan yang luar biasa. Tak heran jika penduduk disini padat banget. 

Aku bukan terlahir sebagai orang Surabaya asli, tapi aku sudah cukup lama menetap disini. Tiap-tiap kota pasti punya makanan khas tersendiri, begitu juga dengan Surabaya. Jika aku ditanya tentang makanan khas Surabaya, maka terbayang sederet menu makanan khas seperti rujak cingur, lontong balap, tahu tek dan masih banyak lagi. Bisa dibilang  jenis makanan diatas adalah makanan khas Surabaya yang paling dikenal dan juga paling banyak dicari para penggila makan di Surabaya maupun dari luar kota saat mereka berkunjung ke Surabaya. Selain menu diatas sebenarnya masih banyak lagi beberapa menu khas Surabaya seperti rawon, semanggi, dsb. Tapi disini aku ingin membahas masalah menu tersebut yang kebetulan sama-sama memiliki kesamaan pada bahan dasarnya yaitu petis. Ya, mungkin bagi sebagian orang, awam dengan kata ini karena ga semua daerah terdapat yang namanya petis. Bahkan mungkin bagi orang yang ga pernah tau dan mencoba pasti jijik ngeliat warnanya saja. Dengan warna hitam pekat, justru petis ini merupakan bahan utama pembuatan menu tersebut.

1.TAHU TEK
Makanan yang satu ini jelas tak kalah nikmatnya dengan kedua makanan tadi. Tahu tek terdiri dari lontong, tahu dan kentang yang digoreng. Lalu bahan-bahan ini dipotong kecil-kecil ukuran sekali suap dengan menggunakan gunting dengan ritme yang khas. Kemudian diatasnya disiram dengan saus campuran petis dan kacang tentunya, lalu ditaburi dengan taoge kecil dan kerupuk. Rasanya enak dan mantap dech pokoknya. Rujak cingur dan tahu tek memang memiliki sedikit kesamaan yaitu sama-sama tidak berkuah, tapi masih tetep berbeda. Rujak cingur terdapat buah-buahan dan cingur sapi didalamnya, sedangkan tahu tek tidak. Begitu juga dengan bumbu yang bikin mak nyuss... Umumnya kalo di Surabaya tahu tek banyak kita jumpai di malam hari.

2. LONTONG BALAP

Kalo mendengar namanya pasti banyak orang yang tertawa. Apa tuch lontong balap? Kok ada lontong balapan? bahkan orang Surabaya sendiri banyak yang ga tau darimana asal sebutan nama itu. Konon, penjual lontong balap semua dipikul. Karena pikulannya lumayan berat, akhirnya mereka berjalan dengan ritme yang cepat sehingga seperti orang balapan. Lontong balap terdiri dari lontong dan tahu goreng yang dipotong-potong dengan bumbu sambal petis (always si hitam dari Surabaya), kemudian disiram dengan kuah taoge yang sudah dimasak dengan bumbu tersendiri. Diatasnya diberi lento (perkedel dari ubi dan kacang ijo atau kacang tolo). Hhmm...rasanya dijamin bakal menggoyang lidah anda. Meski sama-sama memakai bahan dasar petis alias si hitam manis, tapi sensasi kenikmatannya tetep berbeda dengan rujak cingur. Biasanya lontong balap paling nikmat dimakan bersama sate kerang.

Rujak Cingur, Makanan Khas Surabaya



Saya sering bingung ketika main ke daerah-daerah teman2 saya. Mulai kejogja, Malang bahkan Semarang. hal yang sering saya dengar adalah. mana oleh2 (makanan) dari surabaya?? sempat bingung juga makanan apa ya yang khas surabaya. Perasaan mulai dari kul di surabaya sampai sekarang, belum begitu paham dengan makanan khas surabaya. Denger-denger sih semanggi. Trus denger-denger juga lontong balap. ya mungkin kebanyakan denger-denger akhirnya kagak mudeng (Tidak mengerti). Kalau dari kediri katanya tahu kediri. kalau dari madiun ada Brem madiun. trus surabaya yang pasti apa ya..selidik punya selidik ternyata rujak cingur makanan khas kota surabaya. saya tambah bingung jadinya. Lho kok bisa???? ya iyalah..kalau rujak cingur dibawa ke semarang, Malang atau jogja. Gimana bawa nya ya..ada rujak cingur Instan gak>>???

Semanggi Suroboyo, Makanan Khas Surabaya





Jika anda berkunjung di Surabaya, tentunya anda akan menjumpai ibu-ibu paruh baya berjalan kaki dari kampung ke kampung menggendong panganan dengan menggunakan tempat yang terbuat dari anyaman bambu sambil berteriak "seeeemmaanngggiiiiii". Yups, ibu itu sedang menjajakan panganan yang bernama Semanggi Suroboyo. Makanan khas Surabaya ini sulit sekali dicari di luar Surabaya, bahkan ada yang mengatakan tidak ada selain di Surabaya. Makanan tradisional ini sekarang telah merambah restoran dan hotel-hotel. Biarpun begitu kalau menurut saya sih lebih enak menikmati makanan ini langsung dari penjual tradisional.




Makanan ini berbahan dasar daun semanggi yang direbus dan disajikan dengan kecambah rebus kemudian disiram bumbu yang terbuat dari ketela rambat atau ubi jalar yang direbus dan dicampur gula jawa, garam, terasi, petis udang, sedikit kacang tanah, dan cabai. Menurut pengalaman lidah saya, bumbu ini yang membuat Semanggi Suroboyo menjadi mak nyusss.


Makanan ini disajikan di dalam sebuah pincuk yang terbuat dari daun pisang. Dan cara memakannya adalah menggunakan kerupuk puli yang terbuat dari beras (kerupuk ini berfungsi menggantikan sendok). Memang sih kalau dilihat dari penampilan, Semanggi Suroboyo kurang menggiurkan, namun bila dirasakan pasti ketagihan.


Menarik untuk mencoba bukan? Silahkan mencicipi panganan ini, tapi beli sendiri-sendiri.hehehe...