

Sudah menjadi kota metropolitan dengan perkembangan yang luar biasa. Tak heran jika penduduk disini padat banget.
Aku bukan terlahir sebagai orang Surabaya asli, tapi aku sudah cukup lama menetap disini. Tiap-tiap kota pasti punya makanan khas tersendiri, begitu juga dengan Surabaya. Jika aku ditanya tentang makanan khas Surabaya, maka terbayang sederet menu makanan khas seperti rujak cingur, lontong balap, tahu tek dan masih banyak lagi. Bisa dibilang jenis makanan diatas adalah makanan khas Surabaya yang paling dikenal dan juga paling banyak dicari para penggila makan di Surabaya maupun dari luar kota saat mereka berkunjung ke Surabaya. Selain menu diatas sebenarnya masih banyak lagi beberapa menu khas Surabaya seperti rawon, semanggi, dsb. Tapi disini aku ingin membahas masalah menu tersebut yang kebetulan sama-sama memiliki kesamaan pada bahan dasarnya yaitu petis. Ya, mungkin bagi sebagian orang, awam dengan kata ini karena ga semua daerah terdapat yang namanya petis. Bahkan mungkin bagi orang yang ga pernah tau dan mencoba pasti jijik ngeliat warnanya saja. Dengan warna hitam pekat, justru petis ini merupakan bahan utama pembuatan menu tersebut.
1.TAHU TEK
Makanan yang satu ini jelas tak kalah nikmatnya dengan kedua makanan tadi. Tahu tek terdiri dari lontong, tahu dan kentang yang digoreng. Lalu bahan-bahan ini dipotong kecil-kecil ukuran sekali suap dengan menggunakan gunting dengan ritme yang khas. Kemudian diatasnya disiram dengan saus campuran petis dan kacang tentunya, lalu ditaburi dengan taoge kecil dan kerupuk. Rasanya enak dan mantap dech pokoknya. Rujak cingur dan tahu tek memang memiliki sedikit kesamaan yaitu sama-sama tidak berkuah, tapi masih tetep berbeda. Rujak cingur terdapat buah-buahan dan cingur sapi didalamnya, sedangkan tahu tek tidak. Begitu juga dengan bumbu yang bikin mak nyuss... Umumnya kalo di Surabaya tahu tek banyak kita jumpai di malam hari.
2. LONTONG BALAP
Kalo mendengar namanya pasti banyak orang yang tertawa. Apa tuch lontong balap? Kok ada lontong balapan? bahkan orang Surabaya sendiri banyak yang ga tau darimana asal sebutan nama itu. Konon, penjual lontong balap semua dipikul. Karena pikulannya lumayan berat, akhirnya mereka berjalan dengan ritme yang cepat sehingga seperti orang balapan. Lontong balap terdiri dari lontong dan tahu goreng yang dipotong-potong dengan bumbu sambal petis (always si hitam dari Surabaya), kemudian disiram dengan kuah taoge yang sudah dimasak dengan bumbu tersendiri. Diatasnya diberi lento (perkedel dari ubi dan kacang ijo atau kacang tolo). Hhmm...rasanya dijamin bakal menggoyang lidah anda. Meski sama-sama memakai bahan dasar petis alias si hitam manis, tapi sensasi kenikmatannya tetep berbeda dengan rujak cingur. Biasanya lontong balap paling nikmat dimakan bersama sate kerang.